Friday, September 23, 2016

Cerdas Bermedia Sosial

Posted by Desy Ermawati Situmorang at 7:34 AM 1 comments
                                                            
                                       

Siapa yang tidak tahu Facebook, Twitter,Instagram, Youtube, Path, Blog, dan lain sebagainya.
Istilah-istilah ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Bahkan, kita termasuk penggunanya. Apalagi bagi mereka yang termasuk Generasi Z (lahir tahun 1995-2010). Generasi Z disebut jugaiGeneration, generasi net atau generasi internet. Sejak kecil, mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih.
Mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.
Banyak hal yang diuntungkan dari keakraban dengan internet, apalagi dengan memanfaatkan media sosial. Media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan kita sehari-hari, namun efeknya juga tak kalah besar, seperti mengunggah video atau foto ke media sosial saja dalam beberapa menit orang bisa menjadi terkenal.
Selain itu juga, melalui media sosial – secara tidak sadar – kita sedang melakukan marketing. Misalnya, ketika kita check-in tempat di path, secara tidak langsung kita telah mempromosikannya dan hal ini tentunya sangat membantu dalam dunia bisnis. Berbagai informasi  juga bisa didapatkan melalui media sosial. Maka,  tidak heran jika  orang  lebih memilih untuk tidak punya pulsa dibandingkan tidak ada paket internet.
Kegunaan media sosial dalam mem-posting sesuatu bisa berupa men-share informasi, kegiatan sehari-hari bahkan tempat untuk mencurahkan isi hati melalui tulisan status. Ketika sedang bad mood, tak jarang orang melampiaskan kekesalannya dalam status. Namun, karena terbawa emosi, sering kali orang lupa bahwa status yang ditulis dibaca oleh orang luas.
Berbagai persepsi terhadap status itu pun dapat bermunculan, bahkan kerap bisa menjadi suatu masalah yang besar. Belum lagi, postingan status yang ditulis kadang membuat orang lain menganggapnya sebagai kalimat sindiran yang mengarah pada seorang. Akan menjadi sebuah permasalahan yang menyangkut banyak orang.
Siapa sangka, hanya karena sebuah postingan status di media sosial juga bisa berujung ke ranah hukum. Seperti kita ketahui, kasus terkait dengan penahanan Florence Sihombing. Mahasiswi S2 UGM ini ditahan karena diadukan LSM akibat ‘kicauan’-nya di Path yang menghina rakyat Yogyakarta.
Sebenarnya tujuannya bukanlah untuk menghina, melainkan mengungkapkan kekesalannya mengenai pelayanan disana, namun semua berbuntut panjang.
Tidak salah memakai media sosial untuk mengekspresikan diri kita, namun tetap perlu diingat untuk tetap bijak dalam menggunakannya. Membuat status yang bermanfaat dan membangun untuk banyak orang tentunya jauh lebih baik dibandingkan menulis status yang isinya hanya untuk menyindir yang membawa kedalam pertikaian.
“Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.” – Amsal 17:27
Disisi lain, media sosial juga dapat mengubah kebiasaan individu.Yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh
Ketika berkumpul bersama teman-teman misalnya, sudah susah mengatur waktu untuk bertemu jauh-jauh hari dan saat bertemu semua sibuk dengan gadget masing-masing. Bahkan sampai acara selesaipun, tidak sadar sejak datang hanya sibuk dengan gadgetnya. Fenomena ini sering kali ditemui dan sebaiknya dihindari.
Dunia yang kita hadapi adalah dunia nyata. Bukanlah dunia maya. Bertatap muka dan tertawa bersama lebih menyenangkan daripada mengirim emoticon tertawa. Pastikan waktu yang seharusnya kita gunakan untuk quality time lebih terasa bermakna dibandingkan sekedar update status.
Di zaman modern ini, media sosial memang memberikan kemudahan bagi kita, namun tetap harus cerdas dan bijak dalam menggunakannya.So,be wise guys !
 

Dessyer Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea